XL-Nyambung Terus

img_bb

NYAMBUNG TERUS YUK!

Komunitas

User ID Pass

Rabu, 09 April 2008
Ketika Kecepatan bukan Segalanya...

Empat tahun lalu ia kenal BlackBerry, lalu muncul beragam gadget canggih --baik dari sisi desain maupun fitur-- kini ia kembali jatuh cinta pada BlackBerry. Apa yang membuat Burhan Sholihin, penjaga gawang kolom mengenai IT di salah satu koran terkenal ini kembali intim dengan BlackBerry?

Berikut penuturannya yang juga dimuat di blog Rumah Ide.

Sudah dua posting terakhir di blog ini kutulis dengan Blackberry 8820. Ini adalah produk panas yang sedang ditawarkan XL. Saat pertama kali menerima Blackberry 8820 dari XL untuk diujicoba saya bertanya-tanya. "Seberapa penting Blackberry?" Toh untuk orang yang mencandu gadget seperti saya, sudah ada PDA O2 Atom Life yang menyertai ke mana saya pergi, dilengkapi akses 3,5 G pula. Apa hebatnya Blackberry yang teknolo koneksinya "cuma" EDGE atau 2,5G (generasi GSM ke 2,5) .

Di kepala saya juga masih terekam memori lama. Saat itu di awal tahun 2004. Saya menjajal Blackberry seri 77xx yang ditawarkan oleh salah satu operator besar di Indonesia. Gadget yang menurut saya bentuknya–maaf–seperti kalkulator tukang sayur. Besar, tebal, dan masih dilengkapi menu scrolling yang menggunakan alat seperti pengatur volume radio mini. Akses internetnya juga tak hebat. Kalah dengan Nokia 6600-ku–duh I missed her (kenapa ya pesawat atau gadget sering diibaratkan perempuan). BlackBerry kala itu hanya menang di teknologi kirim email dorong alias push mail.

Tapi, lima menit mencoba BlackBerry 8820 luruh semua anggapan buruk itu itu. Benar kata Mas Henry dari XL yang meminjami BlackBerry. Kecepatan bukanlah segalanya. Yang bikin saya kagum adalah akses internetnya yang nyambung terus nyaris tanpa putus. 24 jam nonstop. Kecepatannya memang tak secepat akses 3G atau 3,5G tapi stabil. Dalam sehari mungkin putus 2-3 kali. Setelah itu nyambungterus.com.

Kelebihan inilah yang melengkapi teknologi push mail BlackBerry. PDA pun bisa push mail dengan memasang software seperti Emoze bikinan Israel. Tapi siapa yang menjamin internetnya tanpa putus? Apalagi saat dipakai ngebut di tol dengan berganti-ganti menara BTS?

Aku memakai BlackBerry dari mulai bangun tidur, chatting wawancara via Yahoo! Messenger dengan narasumber saat aku masih hanya memakai kaos oblong dan sarung kesayanganku di sofa ruang tamuku, di kamar. Benar-benar nikmat hidup dengan internet tanpa putus. Dan ssttt… untung saja narasumber yang kuwawancarai tak tahu bahwa aku melakukan wawancara itu bahkan juga dari kamar mandi :-), di jalan tol dalam kota, jalan tol lingkar luar.

Sedap kan?

Burhan Sholihin, wartawan Koran Tempo