XL-Nyambung Terus

img_bb

NYAMBUNG TERUS YUK!

Komunitas

User ID Pass

Kamis, 23 April 2009
La Femme Patisserie, Memanjakan Lidah dengan Sepenuh Hati

KUE adalah jenis makanan yang disukai banyak orang. Siapa yang tidak suka makan kue? Pasti hampir semua orang suka dengan makanan tersebut. Namun kue yang enak biasanya mahal. Nah, dari pada keluar uang untuk membeli kue, kenapa tidak membuat kue sendiri?

Itulah ide yang terbesit dalam pikiran Dhani R Satyadharma, penggagas komunitas La Femme Patisserie, yang disingkat menjadi LaFemPat. Semua berawal dari keinginan berkumpul sesama penggemar urusan masak-memasak. Dhani menyukai kegiatan memasak dan pernah mengikuti kursus memasak. Hanya saja letak lokasi kegiatan yang cukup jauh membuat Dhani berpikir untuk membuat komunitas sendiri dan mengumpulkan orang-orang yang berdomisili tak jauh dari rumahnya, yaitu Pondok Gede, Bekasi. Kegiatannya tentu saja berhubungan dengan masak-memasak. 

Bermula dari telpon, sms, dan informasi dari mulut ke mulut, Dhani berhasil mengumpulkan sekitar 30 orang yang berdomisili di sekitar Bekasi untuk mendiskusikan soal makanan dan terciptalah acara membuat kue bersama yang dinamakan "latbar" (latihan bareng). Latbar dilakukan di salah satu rumah peserta yang bersedia menjadi host. Latbar ini dilakukan sebulan sekali dan semakin hari peminatnya semakin bertambah sampai akhirnya terbentuk komunitas La Femme Patisserie, yang berarti sekumpulan wanita yang memiliki hobi memasak dan wirausaha. Latar belakang anggota LaFemPat ini bermacam-macam, mulai dari ibu rumah tangga, akunting, arsitek, sampai mahasiswa. Beberapa di antara mereka memiliki pekerjaan sampingan yaitu menerima pesanan kue. 

Dari sekumpulan beranggotakan 30 orang yang berdomisili di Bekasi, sekarang telah meluas hingga 150 anggota dan tersebar di Indonesia. La Femme Patisserie sendiri terbentuk pada tanggal 18 Mei 2008. Dengan alamat lafempat.blogspot.com, kegiatan rutin LafemPat adalah latbar yang diadakan sebulan sekali di awal atau di akhir bulan. Kegiatannya tentu saja memasak atau membuat kue. Tidak hanya latbar, di LaFemPat juga ada wisata kuliner, dan tour ke tempat yang berkaitan dengan masak-memasak. Salah satunya adalah acara yang baru ini diadakan, yaitu mengunjungi Pabrik Coklat Bumi Tangerang. Sedangkan latbar biasanya diadakan di rumah salah satu anggota LaFemPat, atau menyewa tempat-tempat khusus memasak. 

Tadinya LaFemPat khusus untuk memasak kue dan cemilan, namun atas permintaan para anggota akhirnya menjelajah hingga memasak lauk pauk, seperti ayam kremes, ayam kodok, dan ayam kentucky. Sedangkan kue yang telah dibuat pada acara latbar antara lain kue sus, cupcake, kue coklat, blackforest, opera cake, cheese cake, sampai dengan kue tampah yang berisikan kue-kue tradisional. Wah, kalau ngomong soal LaFemPat, dijamin bikin ngiler, karena menyerempet ke arah makanan.

Tujuan didirikan LaFemPat adalah menjadikan LaFemPat sebagai wadah berkumpul bagi mereka yang memiliki hobi memasak. Menurut Dhani, member LaFemPat tidak banyak ,tetapi rasa kekeluargaan yang di komunitas ini sangat besar. Komunitas ini solid dan memiliki keinginan berbagi yang besar. Motto LaFemPat adalah Bake and Cook with heart, dengan tujuan semua mau berbagi dengan hati di sini.

Enaknya bergabung di LaFemPat, biaya untuk mengikuti latbar tidak mahal, dibandingkan tempat kursus memasak. Setelah latbar, biasanya para anggota dibagikan goodie bag dan membawa pulang makanan yang mereka buat dengan porsi yang banyak. Tak heran apabila anggotanya betah untuk mengikuti latbar. Pokoknya puas deh kalau latbar di LaFempat.

Walaupun LaFemPat belum genap berumur setahun, acara yang mereka adakan telah melebihi 20 kali pertemuan. LaFemPat juga berharap dengan adanya komunitas ini, para pecinta memasak bisa membuka usaha sendiri, memiliki bekal di hari tua dan tentunya disayang keluarga karena pandai memasak.