XL-Nyambung Terus

img_bb

NYAMBUNG TERUS YUK!

Komunitas

User ID Pass

Selasa, 27 Mei 2008
Mengolah Masalah Politik Menjadi Sajian Renyah

"Momentum bangkit bagi setiap bangsa selalu tersedia. AS saja kini bangkit lagi lewat slogan "Ya Kita Bisa!" ala Barack Obama.

Dalam rangka 10 tahun Reformasi, ada mahasiswa bertanya tentang kelanjutan slogan SBY-JK, "Bersama Kita Bisa". Saya menjawab, "Bersama Kita Bisa Apa, Ya?"

Nah, marilah kita temukan jawabannya bersama-sama".

Begitu sedikit cuplikan dari sebuah kolom berjudul "Bersama Kita Bisa Apa, Ya?" yang dimuat di Harian Kompas, 13 Mei 2008. Tulisannya cerdik dan mencerahkan, meski terkadang menyentil sana-sini dengan kritik yang tidak hanya tajam, tapi juga membuat kita merenung dengan "kanakalan" kalimat-kalimatnya.

Penulisnya adalah seorang wartawan senior, Budiarto Shambazy. Lewat rubrik "Politika" yang selalu hadir pada tiap Selasa & Sabtu di Harian Kompas, pembaca diajak untuk bertamasya dan bermain di taman politik. Disuguhi puzzle yang mesti dirangkai satu demi satu menjadi satuan pemahaman tentang dunia politik yang selalu hingar-bingar. Dengan referensi dan wawasan yang dimilikinya, dia bisa mengaitkan benang merah dunia politik dengan humanisme, sosial, ekonomi, budaya, bahkan sains.

Bas, begitu dia menyebut dirinya, mempersenjatai kemampuan analisa dan pencarian data dengan Internet. Ia pemakai BlackBerry (BB) dari XL sejak beberapa waktu lalu.. "Saya tertarik memakai layanan BB XL karena, pertama, saya telah memiliki kartu SIM XL yang ternyata bertarif murah dibandingkan operator-operator lainnya. Alasan kedua, BB XL memenuhi kebutuhan saya menjalankan tugas selama 24 jam sesuai dengan profesi kewartawanan," ujarnya.

Sebagai seorang jurnalis, Bas sehari-hari selalu menghadapi komputer. Mesti begitu, dia mengaku setiap hari tak kurang empat jam dia menggunakan BlackBerry. "BB XL amat membantu saya menjalankan tugas kewartawanan, terutama dalam aspek update kondisi politik sehari-hari dan kemampuan menyimpan data base yang amat saya perlukan dalam proses pengerjaan artikel-artikel yang saya tulis."

Menurut dia, BlackBerry termasuk gadget yang tidak rumit. Semua protokol dan fiturnya mudah dimengerti. Settingannya pun tak perlu mengernyitkan dahi. "Cukup user friendly," ujar Bas. Meski begitu, sebagai sebuah produk tehnologi, selalu saja ada kekurangannya. "Layarnya terlalu kecil," ujarnya. Selain itu, sekali-sekali sinyal mengalami gangguan di tempat-tempat tertentu. Yang lain adalah soal harga. "Pelanggan akan loyal jika harga layanan tidak mahal." Meski demikian, "Saya sudah cukup puas dengan layanan yang telah disediakan BlackBerry dari XL," katanya.

Dengan BlackBerry di tangannya, Budiarto Shambazy siap mengolah masalah politik menjadi sajian yang renyah dan cerdas meskipun kadang membuat merah telinga berbagai kalangan, namun selalu ditunggu-tunggu pembaca.