INDONESIA sebagai negara kepulauan, memiliki tempat-tempat potensial untuk melakukan olahraga menyelam atau diving. Tak heran banyak turis lokal maupun asing yang rela jauh-jauh datang ke lokasi-lokasi penyelaman favorit di Indonesia untuk melakukan diving. Pemandangan bawah laut yang begitu indah membuat para diver ketagihan. Ada kepuasaan tersendiri yang sulit dilupakan ketika melakukan kegiatan ini.

Salah satu yang ketagihan itu adalah Michael Sjukrie, hingga akhirnya bersama kakaknya, Glenn, mendirikan diving center. Odydive, begitu nama yang dia pilih untuk tempat yang memberikan fasilitas-fasilitas untuk menyelam, mulai dari penyediaan peralatan, lokasi untuk melakukan diving, hingga kursus diving. Odydive juga menjembatani kegiatan-kegiatan diving lain, seperti trip, underwater photography dan videography.
Di Odydive banyak komunitas diving berkumpul. Kegiatan kumpul-kumpul ini biasanya diadakan dua bulan sekali. Full trip berisi kegiatan seperti fun dive sampai dengan fotografi. Daerah untuk melakukan trip ada bermacam-macam. Mulai dari Bali, Manado, Aceh, hingga Irian. Selain memuaskan hobi menyelam, kegiatan lainnya adalah fotografi dan videografi bawah laut, serta underwater clean up, yaitu membersihkan kawasan bawah laut. Biasanya underwater clean up ini diadakan di pulau Seribu. Sedangkan tiap weekend, para penyelam pergi ke pulau Seribu untuk sekedar diving dan melakukan aktifitas photo-videography.
Diving merupakan hobi yang cukup mahal, namun kepuasan ketika diving adalah priceless. Melihat pemandangan bawah laut yang luar biasa indah, memberikan kesenangan tersendiri. Ketika ditanyakan jumlah member, Michael mengaku tidak pernah menghitungnya. Kalau diperkirakan bisa mencapai 1000 member. Tetapi yang aktif dan rutin melakukan diving sekitar 10% saja. Di sini semua diver bisa bergabung. Usia yang bergabung biasanya berkisar 25 – 40 tahun. Bahkan ada yang berusia 70 tahun dan tetap setia untuk melakukan diving.
Odydive juga memberikan bimbingan menyelam. Untuk pemula, dengan merogoh kocek sekitar Rp 4 juta, member bisa mendapatkan macam-macam fasilitas, mulai dari peminjaman alat diving, pakaian, hingga tempat-tempat trip untuk menyelam. “Cukup dengan membawa badan saja, mereka bisa mengikuti kursus diving hingga selesai. Di sini juga menyewakan alat-alat diving, sehingga tidak perlu repot-repot membelinya,” tutur Michael. Yang dibutuhkan untuk melakukan diving antara lain peralatan diving, yang terdiri dari masker, snorkel, fin (kaki katak), regulator, dan tabung oksigen. Di Odydive tidak perlu repot-repot untuk membelinya karena sudah tersedia.

Kursus ini terdiri dari teori pengenalan diving, yang mempelajari mengenai peralatan diving sampai dengan biota laut. Dilanjutkan dengan perkenalan diving dengan praktek di kolam renang. Setelah itu barulah diving langsung di laut. Setelah mengikuti serentetan kegiatan ini, maka akan diberikan sertifikat dari PADI (Professional Association of Diving Instructor).
Jadwal yang diikuti boleh bebas. Biasanya durasi latihan sekitar 2 minggu, namun bisa dipercepat. Pernah ada yang meminta kursus kilat dalam 4 hari. Namun berarti pelatihan diving berlangsung fulltime.
Odydive merupakan satu-satunya partner dari National Geographic. “Biasanya kalau dari National Geographic membutuhkan shooting untuk bawah laut, mereka menghubungi Odydive untuk membantu shooting hingga foto”. Michael juga menjelaskan, biasanya untuk shooting underwater, Negara-negara yang biasanya dipakai adalah Afrika, Papua, dan Indonesia. Dan Indonesia adalah nomor satu untuk menjadi tempat menyelam.
Anda tertarik untuk bergabung dengan komunitas menyelam ini? Yang penting, agar kenikmatan dan kegembiraan menjadi maksimal, persiapkan diri Anda dengan berbagai informasi, persiapan fisik dan tentu alat komunikasi yang bisa dihandalkan. Bukankah meskipun Anda sedang "jauh tenggelam", Anda masih tetap ingin membagi momen itu dan berkabar kepada keluarga, kerabat dan rekan Anda, bukan?